memart.net – Senator Amerika Serikat Marco Rubio mengungkapkan bahwa mantan Presiden Donald Trump pernah menunjukkan “kekecewaan dan frustrasi” saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada 2017. Rubio menyampaikan pernyataan ini dalam wawancara televisi ketika membahas kontroversi seputar dugaan bocornya informasi rahasia dalam pertemuan tersebut di Gedung Putih.
Trump Kecewa pada Rusia karena Tindakan di Suriah
Menurut Rubio, Trump merasa sangat kecewa terhadap Rusia karena dukungan negara tersebut terhadap rezim Bashar al-Assad di Suriah. Rubio menegaskan bahwa Trump tidak bersikap lunak dalam pembicaraan itu. Sebaliknya, ia mengecam tindakan Rusia secara langsung. “Presiden Trump menyampaikan langsung kepada Lavrov bahwa ia sangat kecewa atas dukungan Rusia terhadap Assad, terutama setelah serangan senjata kimia terhadap warga sipil,” kata Rubio.
Pertemuan Rahasia yang Picu Kritik Publik
Pertemuan antara Trump dan Lavrov berlangsung secara tertutup di Oval Office hanya satu hari setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey. Keputusan tersebut memicu spekulasi luas mengenai alasan pemecatan, terutama karena FBI tengah menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu 2016. Publik dan sejumlah anggota Kongres mengecam pertemuan itu karena dianggap tidak pantas dilakukan dalam situasi politik yang sensitif.
Rubio Tegaskan Tidak Ada Informasi yang Bocor Secara Ilegal
Menanggapi laporan media yang menyebut bahwa Trump membocorkan informasi intelijen sensitif kepada Lavrov, Rubio membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa berdasarkan penilaiannya, Trump tidak membocorkan informasi yang melanggar hukum. Rubio menjelaskan bahwa Trump berbicara dalam konteks upaya kerja sama melawan terorisme, bukan dalam rangka memberikan keuntungan strategis kepada Rusia.
Kontroversi Lama yang Kembali Muncul Jelang Pemilu 2024
Isu ini kembali menjadi sorotan setelah beberapa pejabat intelijen mengangkatnya dalam laporan retrospektif menjelang pemilu 2024. Lawan-lawan politik Trump menggunakan pertemuan tersebut sebagai bukti bahwa ia tidak tegas terhadap Rusia. Namun, Rubio berusaha membalik narasi itu dengan menekankan sikap keras Trump saat berdialog dengan Lavrov.
Rubio Dorong Transparansi Tanpa Menjatuhkan Kepercayaan Publik
Rubio menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk https://www.micmicpizza.com/ memahami konteks sebenarnya dari pertemuan tersebut. Ia mendorong agar lembaga terkait membuka dokumen dan transkrip secara terbatas demi menjaga kepercayaan publik. Namun, Rubio juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang setengah benar bisa merusak pemahaman masyarakat dan menimbulkan ketegangan politik yang tidak perlu.