memart.net – Ketegangan yang terus meningkat di Iran memaksa puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk meninggalkan negara tersebut. Pemerintah Indonesia merespons cepat dengan mengevakuasi mereka melalui jalur diplomatik dan logistik yang terkoordinasi. Banyak dari para WNI itu mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat.
Situasi di Iran memang tidak stabil. Protes besar-besaran dan kerusuhan pecah di sejumlah kota, termasuk Teheran dan Isfahan. Ketegangan ini menimbulkan rasa cemas yang mendalam di kalangan WNI. Melalui kerja sama antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kedutaan Besar Indonesia di Teheran, dan sejumlah maskapai, evakuasi pun segera dilakukan.
Beberapa WNI membagikan kisah pribadi mereka tentang malam-malam yang mencekam di Iran. Siti, seorang tenaga kerja Indonesia, mengatakan bahwa dia mendengar suara ledakan hampir setiap malam. “Saya tidak bisa tidur. Setiap suara keras membuat saya terlonjak. Rasanya seperti hidup dalam zona perang,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Senada dengan Siti, Budi, yang bekerja di sektor konstruksi, juga merasakan ketakutan luar biasa. “Kami hanya bisa berdoa dan menunggu kabar dari KBRI. Ketika akhirnya diberi tahu untuk berkumpul di titik evakuasi, saya langsung mengemasi barang dan bergegas. Prosesnya cepat dan tertib,” tuturnya.
Pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas dan terukur. Tim dari Kemlu segera membuka jalur komunikasi dengan otoritas lokal Iran. Mereka juga mengaktifkan hotline darurat dan menyebarkan informasi melalui grup media sosial WNI. Langkah-langkah ini terbukti efektif dalam menjangkau para WNI yang tersebar di berbagai kota.
Duta Besar Indonesia untuk Iran, Budi Santoso, memimpin koordinasi lapangan. “Kami memprioritaskan keselamatan WNI. Semua proses evakuasi dirancang agar aman, cepat, dan tidak menimbulkan kepanikan,” jelasnya dalam konferensi pers usai gelombang pertama evakuasi tiba di Jakarta.
Rasa Syukur dan Harapan WNI yang Tiba di Tanah Air
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para WNI tampak lega. Mereka langsung mendapatkan layanan kesehatan, makanan, dan akomodasi sementara. Beberapa di antaranya bahkan menerima bantuan finansial darurat dari pemerintah.
Siti mengaku sangat bersyukur bisa kembali ke Indonesia. “Tanpa bantuan dari pemerintah, saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya dan teman-teman sangat berterima kasih,” ucapnya.
Budi juga menyampaikan hal serupa. “Setelah tiba di sini, saya baru benar-benar bisa bernapas lega. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” katanya.
Secara umum, masyarakat Indonesia menyambut baik langkah pemerintah. Banyak yang memuji kecepatan dan koordinasi lintas lembaga dalam proses evakuasi. Di media sosial, tagar #TerimaKasihPemerintah sempat menjadi tren selama beberapa jam.
Namun, kritik tetap ada. Sebagian netizen berharap agar respons terhadap krisis serupa ke depan bisa lebih cepat. “Evakuasi sudah bagus, tapi komunikasi slot bet 200 awal bisa ditingkatkan,” tulis salah satu warganet di Twitter.
Evakuasi WNI dari Iran menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam situasi genting. Pemerintah tidak hanya bertugas mengevakuasi, tetapi juga wajib memberikan perlindungan penuh kepada seluruh warga negaranya di luar negeri. Pengalaman ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa diplomasi kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari kebijakan luar negeri.
Dengan langkah-langkah yang terus ditingkatkan, kita berharap tidak ada lagi WNI yang terjebak dalam situasi berbahaya tanpa perlindungan negara.